choiem’s Blog

Just another Friendster Blogs weblog

Archive for December, 2008

29
Dec
2008

the Secret

by choiem

Rahasia Dunia

  • Segala sesuatu adalah energi. Anda adalah Magnet Energi, jadi secara elektris Anda memberi energi pada segala sesuatu ke arah Anda dan secara elektris memberi energi pada diri sendiri ke arah segala sesuatu yang Anda inginkan.
  • Anda adalah makhluk spritual. Anda adalah energi, dan energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan - energi hanya berubah bentuk. Karenanya, esensi murni dari Anda selalu ada dan akan selalu ada.
  • Semesta muncul dari pikiran. Kita mencipta bukan saja takdir kita, tetapi juga Semesta.
  • Tersedia pasokan ide yang tak terbatas bagi Anda. Semua pengetahuan, penemuan, berada di Akal Semesta sebagai kemungkinan-kemungkinan, menunggu  akal  manusia  untuk menarik mengeluarkannya.  Anda menyimpan segala sesuatu di dalam kesadaran Anda.
  • Kita semua terhubung, dan kita semua adalah Satu.
  • Lepaskan kesulitan, aturan budaya, dan keyakinan sosial masa lalu. Anda adalah satu-satunya orang yang dapat menciptakan kehidupan yang pantas bagi Anda.
  • Jalan pintas untuk mewujudkan hasrat Anda adalah melihat apa yang Anda inginkan sebagai fakta absolut.
  • Daya Anda ada dalam pikiran Anda, jadi tetaplah sadar. Dengan kata lain, “Ingatlah untuk mengingat.”

Hari ini cukup dulu ya the Secret nya aku nya mo ngetik dulu

see u

28
Dec
2008

Bumi ALLAH 29 Desember 2008

by choiem

Saat Sepi dan Galau yang kurasa dari hari kemarin hari ini kucoba menulis dan kuungkapkan apa yang tersirat dan apa yang tersurat dalam benak ku

banyangan melintas sekejap mata……

Aku bertanya yang ku kutip dari sebuah buku

Apakah Mungkin kita bisa mencintai semua hal secara sama?

Bisa, karena cinta kita bukanlah cinta erotis, cinta kita adalah cinta yang memberi, bertanggung jawab, memberi perhatian, dan saling  membangun.

menurut Gibran :

“Segala makhluk ciptaan ada dalam dirimu, dan segala sesuatu dalam dirimu ada di alam semesta. Kau berada dalam sentuhan tak terbatas dengan sesuatu yang terdekat, dan apa yang lebih jauh tidak cukup untukmemisahkanmu dari hal yang jauh. Segala sesuatu, dari yang terendah hingga yang paling tinggi. dari yang terkecil hingga yang terbesar, ada dalam dirimu sebagai hal yang setara.”

Segala hal ada dalam dirimu.

Tuhan adalah hal yang pertama dan akan selamanya ada dalam dirimu, maka cintailah dia.

Ortu adalah yang kedua yang membentuk dirimu seperti yang kamu rasakan, cintailah dia.

Mengenai sahabat Gibran berkata ;

Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi Dialah ladang hati, yang dengan kasih kau taburi, Dan kau pungut buahnya penuh rasa termakasih….. kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan dan mencarinya dikala jiwa membutuhkan kedamaian janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya diri.”

Sahabat adalah yang ketiga yang mempengaruhi jiwa kita, mencintai dia berarti menegaskan diri kita.

setelah itu baru mencitai kekasihmu atau lakukanlah secara bersamaan.

Apa bisa? jika matahari bisa, kita pun tentu bisa. Asal mau, kita pasti mampu. Bagaimana caranya? Mari kita belajar ucapan Rasullah Saw. bahwa ” tindakan itu tergantung pada niat”

“Mereka mengatakan, jika seseorang memahami dirinya, dia akan memahami seluruh manusia. Tetapi aku katakan kepadamu, ketika seseorang mencintai manusia dia sesungguhnya belajar sesuatu tentang dirinya sendiri”

Mencintai berarti belajar memahami orang lain, bertanggung jawab terhadap orang lain, dan menumbuhkan mereka. Kamu selalu belajar dari pertemuan dengan orang lain. Mereka menjadi cermin bagi dirimu, bahkan menjadi batu asahan.

Bila Kamu sendiri, kamu merasa orang yang paling pintar dan hebat. Begitu kamu berkumpul dengan orang lain, kamu akan paham bahwa kamu bukan apa-apa. Saat itu kamu merasa minder dan merasa tersingkir. Sesudah itu kamu akan marah dan menyingkirkan dia. Jangan mengindar , marah dan membakar dia. Rumus dalam pertemuanmu dengan apapun atau siapapun adalah “tak ada kebetulan di dunia ini, semuanya adalah kurir dari Sang Cinta.”

Maka, tumbuhkanlah rasa cinta, agar kamu tidak membenci orang yang lebih hebat ketimbang kamu. Cintailah orang itu, kamu dapat belajar banyak darinya. Cinta akan membuat kamu memperhatikan semua perilaku dan kehebatannya, semua yang ditampilkannya akan kamu catat baik-baik dan kamu pelajari. Saat itulah kamu secara perlahan akan mengenali dan membangun dirimu secara baru dan utuh.

Hari ini Tahun Baru Hijriyah 1 Muharam 1430 H

Selamat Tahun Baru ya……..

semoga kita selalu ada dalam lindungan dan rahmat ALLAH SWT. Amiinn…….

apa yang kita harapkan di tahun baru ini membawa kita selalu ke dalam hal yang baru yang selalu berada di jalanNya. Amiiinn

semoga bermanfaat ya aku lagi Cemas, Sepi, Galau, Kacau nih

mohon doanya ya agar aku tetap Istiqomah dijalan Nya begitupun dengan kalian yang selalu mendukungku. Karena dalam Satu Kesulitan pasti ada dua kemudahan………..

SEMANGAT

23
Dec
2008

Hanya Allah, aku dan kau yang tau………

by choiem

Bumi Allah……

24 Desember 2008

Pagi yang cerah datang kembali

banyak, banyak, banyak yang harus kusyukuri

hari ini ta ku dapati hujan

cerah sang surya tak malu lagi  menampakkan diri tuk hadir

menerangi bumi Allah

hari ini kau datang ntah untuk membawa apa !!

yang ta jelas dan yang ta pasti juga

hadirmu dalam hidupku untuk apa ???

bila hanya Allah, aku dan kau yang tau

mengapa rasa ini bisa hadir dikala gelap dan terang silih berganti

menyambut hidup ku

aku ta bisa lagi berkata dikala kau datang dihadapanku

kejutan katamu……

tapi apa aku peduli ?? apa aku masih menginginkanmu ???

hanya Allah, aku dan kau yang tau

tentang rasa ini, tentang hati ini, tentang cinta yang terlarang ini

sekarang ta ada lagi main hati yang akan kuperankan

aku hanya ingin………..

kau pergi dalam hidupku

ta ingin lagi kudapati dirimu yang setiap hari menyiksaku

diri, hati dan jiwa yang lemah ini

namun apalah daya ini bila ternyata aku selalu cinta dia

23
Dec
2008

Sebuah Ungkapan Cinta

by choiem

Sebuah Ungkapan Cinta
by novi_ningsih

Ada sisi haru dan bahagia menyelimuti hari itu. Senyuman mengembang disambut tawa dan rasa yang sepertinya pernah musnah sesaat.

Malam itu saya cuma bengong ketika seorang teman milis SK berkata, ”udah send ucapan milad di milis eska” dengan sebelumnya mengobrol. ”Haduh” ujar saya saat itu sambil kemudian menengok milis dengan subjek ”Met Milad, ya”. Rupanya itu baru awal. Esok paginya ada sebuah email ucapan yang panjang dari seorang adik di Sulawesi Selatan. Haru, tawa menyelimuti saya. Makasi, ya dek… makasi banget. Kemudian disusul email-email dari sobat-sobat SK. Sobat SK senasib yang namanya sama dengan nama bulan. Iya, ibarat kata, kita itu ultah satu bulan penuh, ya… hehehe… Hmm, kalau berjuta lembar gimana bacanya, Pril… ;). Tidak hanya di milis, di blog MP juga SMS dan sapaan via telepon. Makasi, ya doanya :)
Ulang tahun…? ”adanya ilang tahun, mbak”.. ujar adik kelas saya di kampus. ”orang Indonesia aja tuh yang ulang tahun” Yups, tahun memang tidak berulang. Jangankan tahun, detik demi detik terus berjalan dan tidak berulang. Beda, kan antara 14 november 2007 dengan 14 november 1982. Beda kan antara hari ini pukul 12.16.48 detik AM dengan esok 12.16.48 detik…?
Merenung… kemudian menangis, tertawa lalu terharu. Diam lagi… hari itu umur saya mencapai 25 tahun. Cukup matang untuk menikah, cukup tepat kalau sudah jadi seorang ibu, cukup elok untuk berkarir, cukup segalanya. Lalu, saya berpikir. Siapa saya di usia ini… Teringat email sobat SK di Mesir, agar dengan hari lahir ini saya pun juga mengingat hari kematian…
Diam… seberapa banyak bekal yang saya himpun untuk kematian? Terima kasih sudah mengingatkan… Hari lahir bukan seharusnya dinikmati dengan hura-hura karena makin berkurang jatah usia di dunia. Mengingat kembali, apa yang telah saya perbuat sambil mengingat ucapan abang saya, ”Kalo umur panjang tapi ga bermakna gimana?”
Bagaimana dengan usia saya yang 25 tahun ini?
Tapi bolehkan saya bersyukur. Saya masih ada di sini di usia saya yang ke-25, saya masih anak dari orang tua saya, saya adalah adik dari mbak dan abang saya, saya adalah bule bagi tiga keponakan saya… dan saya adalah teman dan sahabat bagi semua.
Bolehkah saya bersyukur kalau di usia saya inibegitu banyak cinta yang saya dapat, begitu berlimpah rezeki yang Dia beri, begitu indahnya, begitu bahagianya…
Di usia saya ini, begitu banyak yang terjadi. Ada harap, tangis, haru, kecewa, tawa, bahagia, lelah hingga kejutan-kejutan yang hadir…
Di usia saya ini, saya merasa bersyukur ada di sini. Di tengah kehampaan, kejenuhan dan keterkejutan saya pada banyak hal, saya menemukan oase.
Keindahan persahabatan dan cinta…
Menyadarkan saya kalau saya tidak sendiri, mengingatkan saya ada begitu banyak wajah menghampiri saya, mengenggam erat tangan saya, memeluk dan menyediakan bahunya untuk saya, mendengarkan kisah-kisah saya dan begitu banyak yang saya raih hingga saya tak lagi mampu berkata….
Kalian adalah anugerah cinta yang terindah buat saya… kalian sangat bermakna… terima kasih.
Kalian hadir ketika diri saya ingin berlari, terpuruk, terjatuh, kemudian mengajak saya merangkak meraih cahaya…
Kalian hadir ketika saya butuh dukungan, butuh saran, butuh jawaban untuk merangkai puzle-puzle hingga terbentuk sebuah lukisan kehidupan…
Kalian mengajak saya belajar… belajar pada sebuah ”Sekolah Kehidupan”.

See ya
semangaaaaaaaaaaaaat ;)
foto: sate kikil dan lilin untuk mengusir lalat ;)

Prev: Allah tahu…
Next: Sahabat, Sobat & Persahabatan

Artikel ini mewakili isi hati ku walau beda tanggal bulan lahir tapi taun sama……..
banyak yang harus di perbaiki ya mba novi untuk menuju jalan yang Hakiki
maaf artikelnya saya copy di masukin ke blog saya deh walau bayakperbedaan dalam tulisan mba. terima kasih mba

22
Dec
2008

KEPOMPONG

by choiem

height=”344″>

Download Youtube Video Clip Sindentosca - Kepompong
Busby Seo Test

18
Dec
2008

Cinta Yang Tak Rumit Dari Faiz

by choiem
Apa yang menyebabkan kita menyapa atau tidak menyapa, saat bertemu
seseorang?
Kebanyakan kita menyapa karena kita mengenal atau minimal
mengetahui seseorang itu. Bisa juga karena kita menyukai atau menghormati
orang tersebut, karena memang kebiasaan, atau punya keperluan. Mungkin
juga sekadar basa basi. Apa pun itu, saya belajar banyak soal ini
dari seorang anak kecil yang berbeda umur 26 tahun dari saya.

Setiap hari saat berjalan kaki menuju sekolahnya yang tak begitu jauh
dari rumah, Faiz akan melewati deretan panjang rumah yang ada di
sekitar kami. Empat tahun yang lalu, ketika Faiz masih TK, saya takjub
menyaksikan bagaimana cara ia menyapa! Semua tetangga yang kebetulan dilewati
atau ditemuinya di jalan, tak akan luput dari teguran ramah disertai
senyum lebar Faiz.

“Selamat pagi, Pak, selamat pagi, Bu….”

“Assalaamu’alaikum….”

“Mari Oma, mari Opa…”

“Dari mana, Tante?”

“Wah hari ini Kakak berseri sekali!”

“Mau kuliah, Bang?”

“Eh, ketemu adik cakep. Mau kemana pagi-pagi sudah rapi?”

Dan seterusnya….

Saat ia duduk di kelas II SD, saya pernah bertanya pada Faiz,” Mas
Faiz,apa kamu tak lelah menyapa begitu banyak orang setiap pagi?”

Faiz tertawa. “Tidaklah, Bunda. Aku senang karena senyum dan sapaku
mungkin bukan mengawali pagiku saja. Tapi mengawali pagi orang lain.
Lagipula senyum itu kan sedekah, Bunda.”

Saya nyengir. Pernyataan yang unik dari anak yang waktu itu belum
berumur delapan tahun. “Subhanallah. Kalau dihitung dengan uang, sedekahmu
mungkin sudah milyaran,” ujar saya sambil mencium pipi Faiz yang
memerah.

Setiap kali hadir pada arisan yang diadakan ibu-ibu sekitar rumah,
mereka kerap membicarakan Faiz.

“Waduh, Faiz itu ramah sekali ya, Bu. Kalau bertemu saya selalu
menegur lebih dulu, senyumnya manis sekali.”

“Kok bisa seperti itu sih, Bu? Bagaimana mendidiknya?”

Saya tersenyum. Bagaimana mengatakannya? Sesungguhnya saya tak pernah
mendidik Faiz secara khusus untuk menyapa dan tersenyum. Sayalah yang
banyak belajar dari Faiz!

Terbayang lagi berbagai peristiwa yang terjadi sejak Faiz mulai duduk
di bangku SD.

Ketika ia ada di teras rumah, semua pengemis yang lewat selalu
dipanggilnya, diajak makan dan minum. “Hari ini di rumah masak sop dan
perkedel.” Atau “Bapak mau bawa kopi untuk di jalan biar tidak mengantuk?

Mau teh manis dingin?” Ia akan berlari ke kamar, mengambil celengan dan
mengeluarkan lembaran kertas dari sana untuk diberikan pada mereka.

Belum lagi, semua tukang jualan, tukang sol sepatu, yang lewat pun
disuruh mampir. Ada saja yang ditawarkannya. “Istirahat dulu di sini,
Pak. Kan capek. Hari panas sekali. Sini, makan kue dan minum dulu. Atau
mau makan nasi?” Selain itu ia pun akan bisik-bisik pada anggota
keluarga lainnya untuk membeli sesuatu dari tukang jualan itu, meski kami
tak terlalu membutuhkannya. “Apa salahnya sih menolong orang?” ujarnya.

Maka di rumah mungil yang kami tempati, tak pernah ada hari di mana
kami memasak sekadar pas untuk keluarga. Selalu ada tamu-tamu istimewa
yang entah siapa. Faiz mengundang mereka secara tak terduga.

“Ikhlas yaaa, Bunda…,” katanya sambil tersenyum manis.
Lalu apakah ada lagi yang bisa saya ucapkan, meski dengan terbata Saya
hanya mampu memeluk Faiz kuat-kuat.

(Helvy Tiana Rosa)

16
Dec
2008

Sebuah Arti

by choiem

Hadirnya dirimu didalam hariku
Telah lama tawar hari ini
Sejak padam api didalam kalbuku
Dan senyummu membawaku
Melupakan segala kelabu
Dan hadirmu membuatku
(Kini) Tuk lebih mengerti
Arti kehidupan

Malam ini kau hadir kembali
Caikan hatiku yang telah lama membeku
Kusadari ternyata dirimu
Yang sanggup mengerti hasrat dalam kalbu
Saat ini telah kusadari
Hanya engkau yang sanggup mengerti
Saat ini telah kusadari
Kau memberi arti kehidupan

Sebuah Arti

Sebuah Arti